Text
Perpustakaan SMIT Bina Amal
Penilaian
0,0
dari 5Tragedi Incest Adam Dan Hawa & Nabi Kriminal
Kisah Adam dan Hawa bisa disebut sebagai cerita mitologis yang gelap dan misterius. Kisah ini dapat dikatakan berumur lebih dari 5000 tahun. Disebut gelap dan misterius karena menyimpan realita yang disembunyikan oleh simbol simbol aneh, janggal dan kabur. Maka, untuk menyingkap kenyataan sebenarnya dari cerita aneh ini, penulis berusaha menelusuri lorong lorong gelap yang menjadi logika pembentukan mitologi Adam dan hawa.
Dalam usaha tersebut, penulis menemukan sebuah realita yang berhasil ditutup-tutupi selama hampir lebih dari lima ribu tahun, yaitu Adam dan Hawa sebenarnya bukanlah sepasang suami istri, tetapi Ayah dan Anak. Dikarenakan mereka telah melakukan hubungan incest, maka diusirlah mereka berdua dari komunitas masyarakat di mana keduanya bertempat tinggal.
Bagaimanakah penulis bisa sampai pada simpulan di atas? Misteri apalagi yang tersembunyi dalam mitologi Adam dan Hawa? Silahkan pembaca menelusuri argumentasi dalam buku ini yang terangkum dari berbagai disiplin ilmu dan perspektif.
Kemudian, istilah Nabi Kriminal sebenarnya ditujukan pada Nabi Ibrahim dan Nabi Khidir, di mana yang pertama berusaha melakukan percobaan pembunuhan terhadap anaknya sendiri hanya disebabkan pengaruh mimpi. Apabila diteliti, mengandung kekacauan psikologis tapi oleh Ibrahim diangkat kualitasnya sebagai sesuatu yang terang dan ilahiah.
Begitu juga, Khidr, karena mendapatkan pengetahuan dari Tuhan, ia merasa benar untuk membunuh seorang anak dengan alasan anak tersebut nantinya akan menjadi penghalang bagi bapak ibunya yang soleh dan beriman.
Pikiran apakah yang sebenarnya merasuki kesadaran Ibrahim dan Khidr sehingga keduanya merasa yakin Tuhan telah memerintahkan untuk membunuh anak manusia?
Kedua tindakan nabi ini memiliki implikasi yang dalam terhadap dasar dasar agama, seolah mimpi Ibrahim yang penuh konflik bisa menjadi wahyu yang melegitimasi tindak pembunuhan yang diatasnamakan iman dan ketuhanan. Agama oleh karena itu dicurigai menjadi institusi yang membenarkan tindak pengrusakan atas kemanusiaan berdasarkan perintah Tuhan.
Bagaimana penulis sampai pada simpulan tersebut? Pembaca bisa mengikuti uraiannya secara mendalam di buku yang tebalnya 170 halaman ini. Selamat membaca!
Ketersediaan
| Lokasi | Kode Eksemplar | No. Panggil | Status |
|---|---|---|---|
| Perpustakaan Pusat (297) | 1093.1 | 297 AHM t | Tersedia |
Informasi Detail
- Judul Seri
- -
- No. Panggil
- 297 AHM t
- Penerbit
- semarang: Gubug Saloka, 2015
- Deskripsi Fisik
- 162hlm; 22cm
- Bahasa
- Indonesia
- ISBN/ISSN
- 978-602-72345-0-5
- Klasifikasi
- 297 AHM t
- Tipe Isi
- -
- Tipe Media
- -
- Tipe Pembawa
- -
- Edisi
- -
- Subjek
- -
- Info Detail Spesifik
- -
- Pernyataan Tanggungjawab
- -
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah